Kota Bekasi Menuju Kota Kreatif

Kehidupan di kota besar ditandai dengan kegiatan yang cepat dan sibuk, serta sejalan dengan semakin meningkatnya perkembangan ekonomi yang tumbuh pesat. Cara hidup di kota berbeda dengan cara hidup di pedesaan. Penduduk yang hidup di daerah pedesaan juga akan mengubah cara hidup mereka seiring dengan perubahan daerah pedesaan yang berubah menjadi lebih kota. Salah satu masalah utama perkotaan adalah tingginya peningkatan jumlah penduduk yang bermukim di perkotaan dan tingginya arus urbanisasi. Jumlah penduduk kota terus bertambah, dimana jumlah penduduk kota pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 67,5 persen dari total penduduk Indonesia (Proyeksi Penduduk Indonesia 2005-2025, BPS 2008). Selain itu semakin banyak penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan, terutama disebabkan oleh tingginya arus urbanisasi penduduk.

Kota Bekasi merupakan salah satu tujuan urbanisasi, perkembangan penduduk Kota Bekasi dari segi kuantitas memang cukup mengesankan bila dilihat dari tingkat perkembangan dari tahun ke tahun, mengingat Kota Bekasi sebagai kota penyeimbang Ibukota DKI Jakarta sekaligus Ibukota Negara.

Sejak dibentuk sebagai Kotamadya pada tanggal 10 Maret 1997, mulanya penduduk Kota Bekasi hanya berjumlah 1.471.477 jiwa yang terdiri dari laki-laki 740.467 jiwa dan penduduk perempuan sekitar 731.010 jiwa. Namun pada tahun 2013, berdasarkan BPS Kota Bekasi jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2.592.819 jiwa.

Kota Bekasi terdiri dari 12 Kecamatan dan 56 kelurahan serta memiliki luas wilayah sekitar 210,49 kilometer persegi, dengan batas wilayah sebelah Utara Kabupaten Bekasi, sebelah TimurKabupaten Bekasi, sebelah SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok dan sebelah BaratProvinsi DKI Jakarta.

Dengan perkembangan jumlah penduduk yang cukup pesat, tentunya berbagai persoalan akan muncul dan menjadi semakin komplek. Hal ini ditandai dengan masalah sosial yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bekasi seperti pengangguran, kriminalitas, kemiskinan dan kesehatan.

Penyediaan infrastruktur yang tidak seiring dengan pertumbuhan penduduk, menyebabkan suatu masalah seperti kekurangan akan perumahan, tingkat sanitasi yang rendah, rendahnya keamanan lalu lintas, dan ketidakcukupan pelayanan masyarakat lainnya.

Berdasarkan latar belakang di atas sudah saatnya Kota Bekasi mengembangkan Sistem Inovasi di berbagai bidang pelayanan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah tidak lagi sebagai pelindung melainkan juga sebagai pelayan masyarakat. Selain itu pemerintah juga dituntut untuk mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap warga mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka guna mencapai kemajuan hidup bersama.

 

Tujuan dan Pentingnya SIDa

Tujuan dari Road Map inovasi peningkatan perekonomain daerah daerah ini yaitu:

  • Mendayagunakan segenap potensi pembangunan secara efisien guna menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkualitas secara berkelanjutan.
  • Mengembangkan daya saing ekonomi daerah melalui inovasi
  • Proteksi terhadap sektor-sektor ekonomi lokal yang daya saingnya masih rendah dengan membentuk jejaring.
  • Memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan.
  • Menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik investor. Salah satunya dengan meninggalkan budaya birokrasi berlebihan dengan meningkatkan profesionalisme kerja.
  • Menciptakan perlindungan dan kepastian hukum bagi investor.
  • Menciptakan kebijakan berdasarkan asas keberlanjutan yang berwawasan lingkungan.

Pentingnya sistem inovasi daerah, antara lain:

  1. Terjadi pergeseran dari ekonomi yang berbasis industri menuju ke ekonomi berbasis pengetahuan;
  2. Daya saing daerah  ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan modal SDM melalui inovasi;
  3. Karakteristik pasar yang dinamis, kompetisi global, kecenderungan membentuk jejaring, posisi tenaga kerja dengan upah tinggi, keterampilan luas dengan berbagai disiplin, pembelajaran tanpa kenal waktu dan sepanjang hayat;
  4. Pengelolaan SDM kolaboratif;
  5. Rendahnya jiwa kewirausahaan masyarakat.

 

Peningkatan daya saing antar daerah merupakan agenda yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, inovasi dalam pembangunan yang berjalan secara komprehensif serta terjadinya kolaborasi antar aktor pembangunan merupakan faktor kunci peningkatan daya saing. Pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan salah satu strategi utama dalam sistem inovasi nasional yang mewadahi proses interaksi antara komponen penguatan sistem inovasi.

Sesuai dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) 2005- 2025 dan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Setiap daerah harus melakukan beberapa poin penting tentang penguatan SIDa, yaitu kebijakan membuat tim koordinasi dan Roadmap SIDa, penataan SIDa baik kelembagaan maupun sumberdaya SIDa, mengembangkan SIDa melalui potensi lokal, dan melakukan koordinasi dan pelaporan hingga pemerintah pusat.

Dengan Sistem Inovasi daerah di berbagai bidang pelayanan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Bappeda Kota Bekasi melalui bidang ekonomi dan sumber daya alam menyusun roadmap inovasi peningkatan perekonomain daerah.

Pengertian Inovasi

Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Everett M. Rogers (1983), Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi, Lundvall (1992) mengartikan sistem inovasi sebagai unsur-unsur dan hubungan yang berinteraksi dalam produksi, difusi, dan penggunaan pengetahuan yang baru dan berguna secara ekonomis.

Pengertian inovasi menurut Undang-Undang Nomor 18 tahun 2002 adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.

Hall  dkk.  (2003) berpendapat bahwa Sistem inovasi adalah kelompok  organisasi  dan individu  yang  terlibat  dalam  produksi, difusi dan adaptasi, penggunaan pengetahuan  signifikansi  sosial  ekonomi dan konteks kelembagaan yang mengatur cara dimana interaksi-interaksi dan proses-proses ini. Sedangkan Stephen Robbins (1994), Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.

Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal utama yaitu:

  1. Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang pendidikan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari suatu gagasan pemikiran, Ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal.
  2. Produk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih konkret dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan dimplementasikan termasuk hasil inovasi dibidang pendidikan.
  3. Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga buah inovasi itu dapat dirasakan manfaatnya.

Inovasi mempunyai 4 (empat) ciri yaitu :

  1. Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.
  2. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar Orsinalitas dan kebaruan.
  3. Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-gesa, namun keg-inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
  4. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Pengertian Sistem Inovasi

Pada sistem inovasi, pertama ada penekanan bahwa inovasi adalah proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa  perubahan  teknologi  tidak  banyak dipertimbangkan sebagai pengembangan material, tetapi lebih sebagai suatu rekombinasi dari pengetahuan  (yang  seringkali  sudah ada) atau penciptaan kombinasi-kombinasi baru. Proses pembelajaran ini bergantung pada keterlibatan banyak aktor yang mempertukarkan pengetahuan, terdiri dari berbagai organisasi, meliputi perusahaan, pemerintah, dan  lembaga  penelitian.

Kedua,  ada  penekanan  pada  peranan  lembaga.  Lembaga  dapatdianggap sebagai ketentuan, regulasi, dan rutinitas yang membentuk ruang kemungkinan bagi aktor-aktor. Dengan  ini,  lembaga  merupakan  penggerak  maupun  hambatan  penting  bagi inovasi (Suurs, 2009).

Selanjutnya Ketiga,  sistem  inovasi menekankan hubungan  antara  aktor dan  lembaga  atau  adanya gagasan tentang suatu sistem. Sistem inovasi berarti bahwa kinerja suatu sistem inovasi tidak dapat dianggap sebagai  fungsi  linear  dari  unsur-unsurnya.  Sebaliknya,  hal  tersebut merupakan  hasil  dari 6 banyak hubungan di antara unsur-unsurnya.

Keempat, sistem inovasi menekankan pentingnya interaksi yang berkelanjutan di antara banyak proses dimana semua proses ini berjalan paralel  dan memperkuat  satu sama  lain melalui mekanisme  umpan  balik  positif.  Jika  umpan  balik semacam ini diabaikan, apakah oleh pembuat kebijakan ataupun oleh pengusaha, maka hal ini kemungkinan besar menyebabkan kegagalan dalam proses  inovasi di  seluruh  sistem (Suurs, 2009).

Pengertian Kreatif

Kreatif adalah kata sifat dari kata kreativitas yang berarti memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi (KBBI). Kata kreativitas sendiri berarti kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dari karya-karya yang sudah ada sebelumnya.

Kreativitas mendorong manusia untuk selalu berupaya menjadikan kehidupan hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, hal ini yang mendorong untuk selalu ber-inovasi dan membuat setiap orang selalu ingin beranjak dari kebaikan yang satu ke kebaikan yang lebih tinggi.

 

“TAHUN INOVASI DAN KREATIVITAS”

Apakah tugas Pemerintah Kota? Sebelum menjawabnya, mari kita melongok ke belakang, ke tujuan dibentuknya pemerintahan yakni untuk menjaga ketertiban masyarakat sehingga setiap warga dapat menjalani kehidupan secara tenang, tentram dan damai. Belakangan, dinamika masyarakat memperluas fungsi dan peran pemerintah. Pemerintah tidak lagi ditempatkan sebatas pelindung melainakn juga sebagai pelayan masyarakat.

Kreativitas mendorong manusia untuk selalu berupaya menjadikan kehidupan hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, hal ini yang mendorong untuk selalu ber-inovasi dan membuat setiap orang selalu ingin beranjak dari kebaikan yang satu ke kebaikan yang lebih tinggi.

Setali tiga uang dengan kreativitas, kemandirian menjadikan gerak manusia-manusia kreatif tidak bergantung dan memberati manusia lainnya.

Pada RPJPD Kota Bekasi tahun 2005-2025 bahwa visi Pembangunan Bekasi Kota Kreatif yang Ihsan dengan tema pembangunan Tahun 2018 sebagai Tahun Inovasi dan Kreatifitas, hal ini tentunya seluruh jajaran birokrasi di Kota Bekasi dituntut dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk selalu ber-inovasi.

Dalam rumusan yang lebih konkrit Visi Pembangunan Kota Bekasi ditujukkan untuk menguatkan jadi diri masyarakat Kota Bekasi yang berjiwa Patriot dan Ihsan yang menjadi panduan spirit bagi setiap gerak masyarakat di kota ini. Juga untuk memberdayakan seluruh masyarakat kota melalui kratifitas dan inovasi yang didasari oleh kearifan lokal. Ujung-ujungnya, tentulah terwujudnya masyarakat sejahtera lahir-bathin (Welfare Society).

Aktifitas Ekonomi

Kami sadar bahwa Kota Bekasi tidak memiliki sumberdaya alam yang dapat dikelola sebagai sumber lain pendapatan daerah, namun demikian dengan memiliki sumberdaya lainnya mendorong untuk terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan, perekonomian meningkat dan tentunya yang lebih utama memberikan rasa aman dan tentram bagi masyarakat.

Sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta serta tersedianya prasarana yang baik untuk jalur komunikasi atau perhubungan, memungkinkan aktivitas perdagangan di Kota Bekasi bergerak dengan baik. Ditambah lagi dengan tertata baiknya sarana-sarana perdagangan yang tersedia, turut membantu kelancaran pertukaran barang di Kota Bekasi. Hal ini diperkuat dengan pengkondisian usaha koperasi dan perbankan yang profesional sehingga semakin memperlancar arus barang dan jasa dan pada gilirannya menciptakan kondisi harga yang layak dan bersaing di dunia usaha. Efek lanjutan dari kondisi tersebut adalah pendapatan masyarakat.

 

Kota Bekasi Kreatif

Kreatif adalah kata sifat dari kata kreativitas yang berarti memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang menghendaki kecerdasan imajinasi. Kreativitas mencakup empat hal penting yang kerap disengkat menjadi 4P yakni Pribadi (person), Pendorong (press), proses (process), dan produk (product).

Dari segi operasional, kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan.

Dalam konteks kota, karena setiap kota memberi akses yang berbeda terhadap aspek-aspek yang diperlukan, maka karakter kreativitas warga setiap kota pun menjadi berbeda-beda pula. Kreativitas masyarakat yang berkembang di Kota nelayan akan berbeda dengan kreativitas masyarakat yang berkembang di kota perdagangan. Begitu seterusnya.

Dari sudut pandang lain, kota yang sebagian besar warganya makmur, terdidik, dan kreatif, sangat berpeluang melahirkan generasi baru kota tersebut dengan mudah mendapatkan akses terhadap ranah yang mereka minati yang memungkinkan kreativitas mereka berkembang lebih pesat.

Dan, jika ditindaklanjuti oleh pemerintah kota dengan menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, pelatihan, presentasi, dan hal-hal lain yang berkaitan, pastilah kreativitas warga tersebut akan tumbuh dengan sangat pesat. Pada gilirannya, situasi semacam itu akan menciptakan berbagai aktivitas dimana sebagian darinya memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menaikkan tingkat kemakmuran kota itu sendiri.

Sudah saatnya Kota Bekasi meneguhkan dirinya sebagai kota kreatif. Sejak beberapa tahun kebelakang (sekitar tahun 2013) seluruh dunia tengah dilanda tren Industri Kreatif, yakni sebuah industri yang menjadikan kreativitas dan kemampuan intelektual sebagai dagangan utamanya. Industri ini memanfaatkan kreativitas, keterampilan, dan bakat seseorang untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Karena mengedepankan kreativitas, maka industri ini sangat ramah terhadap sumberdaya alam. Hal ini sangat klop dengan kondisi Kota Bekasi yang miskin sumberdaya alam namun memiliki potensi sumberdaya manusia yang relatif baik.

Meletakkan Pondasi Industri Kreatif di Kota Bekasi

Keragaman atau kebhinekaan atau multikulturalisme secara sederhana dapat dipahami sebagai pengakuan bahwa sebuah negara atau masyarakat adalah beragam dan majemuk. Ini merupakan salah satu realitas utama dalam masyarakat manapun entah pada kebudayaan masa silam, masa kini, dan di masa mendatang. Jadi keanekaragaman adalah sebuah keniscayaan dalam peradaban manusia. Dengan berbagai keberagaman di Kota Bekasi tentunya menjadi modal yang sangat berharga dalam membangun kreativitas.

Sebagai konsekwensi logis terbukanya Kota Bekasi terhadap pengaruh modernisme dan globalisme, selain kreativitas yang berakar pada budaya Bekasi (baca: Betawi dan Sunda), berkembang pula di kota ini berbagai aktivitas kreatif yang bertumpu pada platform-platform baru yang berakar pada budaya luar (barat) semisal fotografi, video, film, permainan interaktif, dan banyak lagi. Sebagai produk zamannya, aktivitas kreatif tersebut merupakan potensi yang harus diberi ruang berkembang yang sama luas dan sokongan yang sama besar dengan aktifitas kreatif yang berakar pada tradisi Bekasi. Hal ini tentunya Pemerintah Kota Bekasi mendorong ke arus industri kreatif yang kini menjadi tren dunia.

Lalu bagaimana dengan industri kreatif di Kota Bekasi? Sejauh ini industri tersebut diadopsi dan disebar dalam program-program seluruh SKPD yang ada dalam lingkup Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini memudahkan pelaksanaannya secara teknis maupun secara administratif. Hal ini sedikit banyak karena masih terjadi kesimpangsiuran pemahaman di tingkat birokrasi mengenai mengenai bagaimana menentukan peran Pemerintah sesuai tugas pokok dan fungsinya pada nomenklatur baru dalam Pemerintah Indonesia ini.

Saat ini belum adanya kebijakan yang mengatur berkaitan dengan sub-sub sektor industri kreatif di Kota Bekasi yang diarahkan untuk menghidupkan dan memberdayakan komunitas-komunitas kreatif yang pada gilirannya kelak diharapkan dapat bergerak sendiri menghadapi tantangan jaman.

Sebagaimana yang dirumuskan oleh Kementerian Perdagangan RI, bagi Kota Bekasi industri kreatif memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Dari segi bisnis, industri kreatif menciptakan pasar bagi usaha lain
  2. Dari segi dampak sosial, memberikan sokongan bagi pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat
  3. Dari segi pencitraan, industri kreatif dapat menyokong dan meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata
  4. Dari sisi komunikasi, industri kreatif mempunyai ruang-ruang untuk penyebaran ide, gagasan, bahkan ideologi
  5. Dari segi inovasi dan kreativitas, membuka ruang yang sangat terbuka untuk proses penciptaan nilai dan pemecahan masalah-masalah kemasyarakatan
  6. Dari segi identitas industri kratif, mengaktifkan kesadaran untuk selalu menjaga warisan budaya, membangun dan mengembangkan budaya baru berdasar budaya lama, serta menjaga nilai-nilai yang dimiliki
  7. Dari segi kontribusi ekonomi, menciptakan lapangan kerja yang kait berkai dengan peningkatan pendapatan dan kemakmuran masyarakat.

Dari berbagai uraian di atas menggambarkan banyaknya manfaat pengembangan Kota Kreatif. Langkah yang harus ditempuh dan menjadi bahan kajian lebih lanjut dalam pengembangan Industri kreatif di Kota Bekasi, dengan menciptakan inovasi sehingga dapatmemberikan kontribusi ekonomi dan menambah penghasilan bagi masyarakat Kota Bekasi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Bekasi Festival sebagai etalase Industri Kreatif, sudah saat nya Kota Bekasi menyelenggarakan Bekasi Festival sebagai agenda/even tahunan di sepanjang jalan Ahmad Yani sampai dengan kawasan Summarecon Bekasi.
  2. City Branding, membangun identitas kota, perlu terus dikembangkan dan adanya keseriusan dari seluruh stakeholder di Kota Bekasi. City branding bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Bekasi akan tetapi menjadi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat di Kota Bekasi.
  3. Menumbuhkan dan Menyokong Komunitas-Komunitas Kreatif,mereka yang memiliki kemampuan, kemandirian, dan posisi tawar yang baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Saat nya untuk merangkul dan menyokongnya.
  4. Membangun Ekonomi Kerakyatan, konsep ekonomi inilah yang menjadi landasan penting dalam pembangunan Kota Bekasi. Segala program yang menyangkut pemberdayaan dan pengembangan sumberdaya ekonomi haruslah merujuk konsep ini.
  5. Pemberdayaan Koperasi dan Lembaga Perkreditan Rakyat, salah satu langkah penting dalam menjalankan komitmen ekonomi kerakyatan adalah dengan berupaya sekuat tenaga memberdayakan koperasi dan Lembaga Perkreditan Rakyat.Pembinaanterhadap koperasi-koperasi dilakukan secara berkala danmengarahkannya berjalan serta berkembang di jalur yang benar.
  6. Revitalisasi Pasar Tradisional, langkah lainnya dalam mensukseskan ekonomi kerakyatan adalah pemberdayaan segenap warga Kota Bekasi yang berprofesi sebagai pedagang di pasar-pasar tradisional. Tidak hanya pedagangnya tetapi fisik dan manajemen pasarnya di benahi.
  7. Membangun Jiwa Wirausaha, Kota Bekasi sebagai Kota jasa jiwa kewirausahaan sangatlah penting. Jiwa inilah yang kelak memungkinkan warga Kota Bekasi dapat memberi nilai jual terhadap aktivitas dan karya-karya kreatif yang telah dibuat untuk kesejahteraan bersama.
  8. One Day Tour/City Tour, city tour yang mengunjungi beberapa bagian menarik Kota Bekasi, kelak Curug Parigi dimasa yang akan datang dikelola dan menjadi salah satu objek wisata alam di Kota Bekasi, atau mungkin ada kawasan bermain (seperti Trans Studio Bandung) dibangun di Wilayah Kota Bekasi, One day/city tour yang bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi, sebagai ilustrasi: wisatawan keluar dari gerbang Cibubur (atau Tol Bekasi Barat) langsung ke curug Parigi/kawasan bermain, setelah itu diajak ke sentra boneka di Rawalumbu, makan siang ditempat/warung yang menyediakan menu khas Kota Bekasi (gabus pucung dsb), lalu menikmati pagelaran Topeng Blantek/Topeng Betawi di Pusat kesenian, sore sampai malam bisa menikmati pagelaran di mall Summarecon.     

          

Perkembangan jumlah penduduk di Kota Bekasi yang cukup pesat, tentunya berbagai persoalan akan muncul dan menjadi semakin komplek. Hal ini ditandai dengan masalah sosial yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bekasi seperti pengangguran, kriminalitas, kemiskinan dan kesehatan.

Penyediaan infrastruktur yang tidak seiring dengan pertumbuhan penduduk, menyebabkan suatu masalah seperti kekurangan akan perumahan, tingkat sanitasi yang rendah, rendahnya keamanan lalu lintas, dan ketidakcukupan pelayanan masyarakat lainnya.

Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi, salah satunya dengan mengembangkan industri kreatif. Seperti yang telah dilakukan beberapa kota di dunia industri kreatif menjadi devisa bagi peningkatan ekonomi.

Sudah saatnya Kota Bekasi mengembangkan Sistem Inovasi dalam di berbagai bidang pelayanan dalam upaya mewujudkan masyarakat Kota Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan.

 

Oleh : INDRA NUGRAHA

Fungsional Perencana Pertama Bappeda Kota Bekasi

By | 2017-05-18T07:48:04+00:00 Mei 18th, 2017|Artikel, Berita, Perencanaan, Tata Kota, Umum|0 Comments

Leave A Comment

Creampie